Rabu, 25 Juli 2012

Membuat Roket Air


*note : Ini adalah percobaan yang saya dan teman-teman saya lakukan. Maaf hasilnya jelek, maklum lah.. yang ngerjain 3 orang doang. 2 cwe, 1 cwo ..daann.. saya kebagian tugas melakukan pekerjaan cwo itu.. =..="a .. Awalnya sih, cuma 2 orang cwe aja. tapi pas hari terakhir, datang deh anggota yang satunya,.. O.o ..<-- kelompok yang paling minim anggota XD
 But, no problem~o .
Mrs. Wiji, says :  "lakukanlah apapun yang kalian inginkan, selama itu membuat kalian bahagia" 
  Saya bahagia kok.. jarang2 percobaan basah2an kea gini .. Percobaannya hari Senin mas broo~.. jam pelajaran terakhir, kami main roket air semua.. pulang sekolah tinggal nyuci baju deh.. nyahahaha X3
----*----*----
 Roket air adalah sejenis contoh roket yang menggunakan air sebagai tenaga penggeraknya. Tempat/wadah bertekanan yang berfungsi sebagai mesin roket biasanya terbuat dari botol plastik bekas minuman. Air dipaksa keluar oleh gas yang bertekanan, biasanya menggunakan tekanan udara. Roket air ini dapat digunakan sebagai contoh aplikasi dari Hukum III Newton tentang gerak.
 
Alat dan Bahan       
1. Pipa ¾, pipa ½, pipa besar
2. Pipa T dan L
3. Kabel Teast
4. Botol plastik
5. Kardus bekas
6. Lam pipa

7. Lem pipa
8. Lakban transparan, lakban hitam
9. Selang Bensin

10. Double tip
 
Rangkaian Percobaan
     1) Sediakan alat dan bahan yang diperlukan.
1.
1.      2) Potong pipa sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan.
3) Potong kardus yang akan digunakan sebagai sayap pada botol.

           4) Sediakan 2 buah botol ; botol yang pertama dipotong menjadi 2 bagian dan bagian atasnya disambung dengan botol yang masih utuh, kemudian di lakban, dan pasang sayap pada botol.
5) Sambung potongan-potongan pipa menjadi bentuk pelontar yang dibuat, kemudian dilem agar sambungan kuat.

1.  




1.      6) Pada pipa ukuran ¾, bagian yang akan dijadikan penahan botol, dibakar dan dibuat menggelembung, jika cara ini tidak berhasil/percobaan gagal, ambil langkah kedua; diganjal dengan lem bakar (agar udara yang dipompa tidak keluar dari botol).
           7) Buat sistem pengunci botol ; kabel teast yang dilakban, ujung runcingnya dipotong, kemudian di kunci dengan lam pipa, dan di tutup dengan pipa besar.


  8) Bor bagian tengah sambungan pipa T untuk dimasukan selang ke dalam pipa, dan ingat masukan selang sampai ke ujung atas pipa dan ingat ukuran lubang bor pas dengan ukuran selang, kemudian agar udara yang dipompa tidak bocor kedalam pipa berilah isolasi pada ujung pipa yang dimasuki oleh selang tetapi harus diingat selang agak keluar sedikit dari pipa. Dan ujung bawah diberi pentil ban (untuk memompa)




 

The End.... XD

 








Selasa, 24 Juli 2012

Spongebob Squarepants


SpongeBob SquarePants ialah seekor spons yang tinggal dalam sebuah rumah nanas dalam laut di kota Bikini Bottom, manakala tetanggannya Squidward Tentacles ialah seekor gurita yang tinggal dalam rumah moai. Tetangga SpongeBob yang lain dan teman akrabnya, Patrick Star seekor bintang laut merah muda, tinggal di bawah sebuah batu. Rumah Squidward terletak di antara rumah Spongebob dan rumah Patrick, dan inilah yang meresahkan Squidward.
SpongeBob dan kawan-kawannya tinggal di kota Bikini Bottom dalam lautan Pasifik. Bikini Bottom dilihatkan sebagai sebuah kota biasa dengan pusat kota, pinggir kota, kawasan pantai, lapangan terbang, rangkaian bunga laut dan taman hiburan sendiri. Stephen Hillenburg pernah berkata bahawa Bikini Bottomkota Seattle, Washington. direka lebih kurang begitu.
Penduduk Bikini Bottom mengendarai kapal seolah-olah mobil. SpongeBob masih belajar dalam sekolah mengemudi setelah sering sekali gagal dalam ujian mengemudi (ada 2 versi tentang ketidaklulusan ini, yaitu 58 kali (menurut episode "Drive to Tears") dan 1.000.006 kali (menurut episode "Mrs.Puff,you Fired")). Setiap pergerakan menghasilkan gelembung untuk mengingkatkan penonton bahawa cerita ini berlatarkan lautan. Namun begitu, terdapat babak-babak di mana terdapat selapisan air yang berasingan daripada air lautan (seperti adanya pantai) dan api bisa dinyalakan dalam lautan.





>>Tokoh utama dalam Spongebob :

*Pengisi suara: Tom Kenny
SpongeBob SquarePants, tokoh utama dalam kartun ini yang adalah seekor spons yang sebenarnya berbentuk spons mandi berwarna kuning ini adalah pribadi yang baik, mudah diajak berteman, dan optimistis. Spongebob tinggal di dalam rumah berbentuk nanas di laut, di Jalan Conch nomor 124, Bikini Bottom. Dia juga memelihara seekor siput yang bernama Gary. Pekerjaannya sehari- hari adalah koki di rumah makan Krusty Krab (dia sendiri pun mendapat penghargaan "Employee of the Month" (Pegawai Teladan Bulan Ini) 374 kali berturut - turut), yang terkenal dengan burgernya Krabby Patty. Dia juga bersekolah di Mrs. Puff Boating School, sekolah mengemudi Mrs. Puff.



*Pengisi suara : Bill Fagerbakke
''Patrick Star'' adalah seekor [[bintang laut]] sahabat Spongebob. Walaupun sering kali tidak berkonsentrasi dalam percakapannya dan terjadi salah pengertian, Patrick adalah sahabat yang baik. Patrick tinggal bersebelahan dengan rumah nanas Spongebob dan rumahnya terletak di bawah batu.






*Pengisi Suara: Rodger Bumpass
''[[Squidward Tentacles]]'' adalah seekor [[gurita]] yang tinggal di dalam rumah [[moai]], yang berada diantara rumah SpongeBob dan Patrick. Ia tidak senang dengan kedua tetangganya karena dianggap sering mengganggunya. Pekerjaan sehari-hari Squidward adalah menjadi kasir di rumah makan Krusty Krab. Tergolong pemalas. Suka bermain [[klarinet]] walaupun [[musik]] yang dilagukannya jelek. Ia sendiri menganggap dirinya seorang seniman hebat dan orang yang pintar. Memiliki seorang saingan bernama Squilliam Fancyson.


>> Others character





Hewan peliharaan SpongeBob ialah seekor siput laut bernama Gary, yang "mengeong" seperti kucing. Meskipun tidak banyak berbicara (kecuali dalam beberapa episode), watak-watak lain kelihatan mampu memahaminya. Tambahan pula, cacing laut menyalak seperti anjing dan dirantai. Ubur-ubur disamakan dengan lebah; bunyi desas-desus, sengatan bisa (tetapi kelihatan seperti kejutan elektrik), dan menghasilkan "jeli" yang lezat, memperolok-olok nama "jellyfish" sambil membandingkan jeli dengan madu lebah. Ikan berperan sebagai warga kota tetapi tidak dijadikan tokoh penting.
SpongeBob SquarePants yang penyerap, kuning, dan berlubang ini, bekerja sebagai juru masak di Krusty Krab, sebuah restoran makanan cepat saji, dimana Squidward juga bekerja sebagai kasir. Krusty Krab dimiliki Eugene H. Krabs (Mr. Krabs). Sheldon J. Plankton adalah musuh bebuyutan Krabs yang memiliki sebuah restoran makanan cepat saji bertaraf rendah bernama Chum Bucket yang terletak berhadapan Krusty Krab. Chum Bucket seolah-olah tidak pernah dikunjungi pelanggan, dan Plankton meluangkan kebanyakan waktunya untuk merancang peralatan untuk mencuri resep burger Krabby Patty milik Mr. Krabs. Plankton hanya berhasil mencuri resep itu dalam The SpongeBob SquarePants Movie; formulanya tidak pernah diperlihatkan kepada penonton. Istri komputer Plankton, Karen, kadang-kala membantunya dalam rancangan jahatnya atau bertengkar dengannya.
Satu lagi kawan SpongeBob ialah Sandy Cheeks, seekor tupai yang berasal dari Texas dan tinggal di dalam kubah anti-air di Bikini Bottom. Dia diantar ke dalam lautan oleh majikan-majikannya yang berupa simpanse. Ketika di luar kubahnya, dia memakai baju seperti Astronot.


 >>Tempat-tempat dalam serial Spongebob
 *'''Bikini Bottomshire''' - Nama Bikini Bottom pada zaman dahulu, daerah ini dikuasai oleh King Krab, yang merupakan rival dari penyihir Plankton
*'''Goo Lagoon''' - Sebuah pantai di Bikini Bottom kerap dikunjungi Spongebob dan rekan-rekan.
*'''Rock Bottom''' - Sebuah tempat di luar Bikini Bottom yang didiami ikan-ikan pelik.
*'''Sea Needle''' - Bangunan tinggi yang juga parodi dari bangunan Space Needle di [[Seattle]]
*'''Shell City''' - Merupakan toko cenderamata yang terletak di darat. (hanya muncul dalam film Spongebob the Movie)
*'''Jellyfish fields (Padang Ubur-ubur)''' - Tempat memancing Ubur-ubur. Spongebob seringkali datang ke tempat ini.
*'''Krusty Krab''' - Restoran cepat saji di mana Spongebob dan Squidward berkerja. Krusty Krab menjual penganan paling diminati selautan yakni Krabby Patty yang seperti [[hamburger|burger]].
*'''Shady Shoals''' - rumah jompo di mana yang di tinggali Mermaidman dan Barnacleboy
*'''Fancy Restaurant''' - Restoran bintang lima , dimana Spongebob pernah bekerja disini.
*'''Glove World''' - tempat bermain Spongebob dan Patrick sebelum ke Rock Bottom
*'''Chum Bucket''' - Rumah makan dimana Plankton menyusun rencana jahatnya dan tinggal bersama Karen. Selalu kosong tanpa pengunjung.
*'''New Kelp''' - Kota dimana Spongebob menjadi walikota dan namanya menjadi Chipshack Brown Pants
*'''Residents' Row''' Tempat tinggal Patrick, Squidward & Spongebob
*'''Loker Davy Jones''' - Tempat dimana orang yang memiliki sifat yang tidak baik, tempat yang penuh dengan kaus kaki.
*'''Fast Food Coliseum''' - Tempat para koki untuk mengikuti kejuaraan masak tahunan.
*'''Barg 'n Mart''' - Tempat para warga Bikini Bottom berbelanja.
*'''Diner''' Sebuah restoran yang muncul di beberapa episode yaitu Chocolate With Nuts, Mermaidman & Barnacelboy II,& Missing Identity
*'''Oyster Stadium''' Tempat tiram & tempat Pertandingan siput

Sabtu, 14 Juli 2012

I Love U too



“Aku harus bisa !” kataku tegas dengan nada yang serius menyemangati diri.
“Besok aku akan mengatakannya” kataku lagi.
Mata hijau safirku menatap lurus ke arah foto kecil yang berada di atas meja tepat di tempatku merebahkan badan yang terasa penat karena hampir semua waktuku sepulang sekolah tadi ku habiskan dengan bermain bola bersama Karin, seorang gadis SMP yang belum lama ini ku kenal.
Ku pandangi dalam-dalam foto itu, foto seorang gadis manis bermata hazel, Momo Hinamori namanya. Gadis yang mampu membuat wajah dinginku bisa tersenyum, seorang gadis yang dapat menarik perhatianku, gadis yang selalu tau bagaimana perasaanku seperti apapun aku menyembunyikannya dibalik mataku yang hampir tak ada ekspresi itu.
Ku alihkan pandanganku ke atas berusaha mengingat-ingat semua hal tentangnya. Ku angkat sedikit kepalaku dan merebahkannya di atas kedua tanganku, mengulangi setiap kebiasaanku sebelum tertidur. Ku tarik nafasku dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan senada dengan mataku yang mulai tertutup karna lelahnya.
-----“-----“-----*
“Shiro-chan !!” panggil seseorang menghentikan langkahku.
Aku segera berbalik mencari-cari asal suara itu, dan mataku tertuju pada seseorang yang sudah tak asing lagi bagiku. Mata secoklat hazel dan rambut panjang yang selalu diikatnya itu, juga senyuman yang tak terlepas dari bibir mungilnya.
“Kenapa?” tanyaku seketika saat gadis itu berhasil menghampiriku. Dia belum menjawab pertanyaanku, dia malah asyik memperhatikan mata hijau safirku. Itulah yang selalu diperhatikannya saat berbicara denganku.
“Kamu kurang tidur ya?” tanyanya tanpa menghiraukan pertanyaanku tadi. Aku tak menjawabnya, aku hanya mengalihkan pandanganku ke lain berusaha menyembunyikan kelelahan yang membekas diwajahku.
“Rambutmu saja sampai berantakan...” sambungnya seraya tersenyum. Tangannya yang lembut mencoba merapikan rambut perakku yang tidak karuan. Aku semakin memalingkan wajahku, mencoba menutupi pipiku yang mulai sedikit memerah.
“Shiro-chan?” tanyanya bingung dengan sikapku.
“Kenapa?” tanyaku lagi, kali ini aku mulai berani menatapnya.
“Maaf, hari ini kita tidak bisa pulang sama-sama lagi...” “Ada rapat OSIS mungkin besok baru bisa... “ sambungnya lagi dengan nada penuh penyesalan.
Jujur, saat mendengarkan itu aku merasa kesal. Tapi, aku tak kuasa mengeluarkan rasa kesalku ketika melihat tatapan permohonan darinya.
“Momo, ...” ku beranikan intuk mengatakannya. “Sebenarnya ada yang ingin ...” sebelum sempatku menyelesaikan kata-kata ku, ada seseorang yang memanggil Hinamori dari belakangku.
“Hinamori !! ayo cepat, 5 menit lagi kita mulai...” panggilnya dai kejauhan lorong sekolah.
“Yosh, senpai !” jawab Hinamori seketika. Dia memang selalu memanggil laki-laki itu dengan sebutan “senpai” karena perbedaan kelas 1 tahun diatas Hinamori, seperti perbedaan usiaku dengan Momo. Hanya saja... disini aku lah yang lebih muda.
“Maaf, ya..” kata-kata terakhir yang diucapkannya saat mengakhiri percakapan kami.
Aku hanya diam, bisu, dengan kepala sedikit tertunduk karena kecewa. Ku kepalkan tanganku kuat-kuat seakan ingin menghantam benda yang sangat keras.
Lagi-lagi Aizen, Aizen, dan Aizen !! gumamku dalam hati. Kenapa pria it selalu menyita perhatian Momo? Dan kenapa pria berkacamata itu dapat membuat Momo sangat mengaguminya? Berbagai pertanyaan ku lontarkan dalam hatiku.
-----“-----“-----*
“Ada apa?” tanya seorang gadis berumur 12-an itu dengan bingung. Aku tak menjawab, aku terus saja membaringkan badanku di bawah pohon rindang dengan membantalkan kepala ke atas tanganku, pandanganku menatap lurus ke langit yang terlindung lebatnya daun di pohon itu.
Karin, nama gadis itu. Dia mengikutiku berbaring dibawah pohon itu, tepat di sampingku.
“Pasti karena teman kecilmu itu...” katanya sedikit kesal.
Segera ku perhatikan gadis di sampingku itu dengan tatapan dingin, tanda tidak setuju dengan nada bicaranya. Dia pun menatapku juga, tapi dengan tatapan kecewa.
“Hitsu... aku suka sama kamu” kata gadis itu memohon.
Aku memalingkan wajahku dan berhenti berbaring di bawah pohon. Aku berdiri membelakangi gadis SMP itu, dan dia menghampiriku.
“Maaf, aku tak bisa...” kataku datar dengan tatapan dingin tanpa menoleh sedikitpun ke belakangku, tempat gadis itu memohon. Ku langkahkan kakiku menjauh dari tempat itu, aku tak ingin melihat tangisan kecewa darinya. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah Momo, orang yang paling ku sayangi sejak kecil dan sekarang dia adalah orang yang paling ku cintai.
-----“-----“-----*
Bel pulang sekolah berbuyi, tapi aku masih saja menunggu seseorang kelua dari pintu sekolah yang sudah sepi itu. Di bangku teras sekolah sudah hampir 3 jam aku duduk. Sebenarnya, Momo sudah bilang kalau lagi-lagi dia tidak bisa pulang bersamaku. Tapi, tekadku sudah bulat, aku harus menunggunya disini, hari ini juga. Apapun yang terjadi, aku harus mengatakannya, meski harus menunggu lama sampai rapat OSIS selesai.
Tak lama kemudian satu per satu orang yang berada di dalam sekolah itu keluar. Hingga giliran terakhir, akhirnya Momo keluar juga, tapi bersama ketua Aizen di sampingnya.
“Shiro-chan?” katanya melihatku yang masih setia menunggunya. Aku segera berdiri menghampirinya. Ku pandangi dengan dingin laki-laki yang bersamanya, tanpa sepengetahuan gadis itu.
“Lebih baik aku duluan... “ kata Aizen mengerti.
Momo yang merasa tidak enak, segera menghampiri laki-laki yang sudah setengah jalan meninggalkannya.
“Maaf... “ kata Hinamori merasa bersalah.
Laki-laki itu membalasnya dengan senyuman kecil yang terlihat dipaksakan. Bodoh ! sentakku dalam hati. Kemudian, dia meninggalkan kami berdua.
Tiba-tiba hujan deras yang tak disangka-sangka mengguyur lebat. Seketika itu juga, ku tarik tangan Momo yang mulai dingin karena udara senja, mengajaknya kembali berteduh di teras sekolah yang sepi.
“Shiro-chan... “ panggilnya lembut. Tanpa menghiraukan panggilannya, ku pandangi terus mata hazelnya yang indah itu tanpa kedip.
“A... ada apa?” tanyanya sedikit terbata-bata.
Aku melihat kedua pipinya mulai memerah saat mengatakan kata-kata itu. Seperti yang pernah ku lakukan sebelumnya, dia pun melakukannya juga. Dia mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Tapi, berbeda dengannya, aku malah memegang kedua tangannya yang sudah terasa dingin, sedingin es.
“Momo... “ panggilku pelan. Aku merasakan semakin lama badannya semakin bergetaran.
“A.. apa?” tanyanya semakin menggigil, wajahnya sekarang sangat merah, dengan bibir yang entah kenapa justru semakin memucat.
Melihat keadaan yang seperti itu, aku segera memeluknya, menghentikan getaran tubuhnya, menghangatkan tubuhnya yang mulai lemas karna dingin.
“Shi.. Shiro.. chan..” katanya terputus-putus.
“A..ku.. mencintaimu...”
Sungguh kata-kata yang tidak ku kira akan keluar dari mulut mungilnya. Aku sangat senang saat itu, hanya saja aku tidak dapat mengekspresikannya dengan jelas.
Aku melepaskan pelukanku, kali ini aku melihat sebuah perasaan lega terlukis di wajahnya, dan getaran itu semakin menghilang.
“Ma... maafkan aku... “ katanya sedikit tertunduk malu.
Ku pandang terus wajah manis Momo dengan mata sehijau safirku yang terus melekat pada gambaran nyata wajahnya... cup! .. tanpa ku sadari aku menciumnya, kini Momo mulai menatapku dengan penuh tanda tanya.
“Aku.. juga mencintaimu...” jelasku menjawab semua kebingungannya.

The End